Benci tapi Rindu
4:49 AM |
BENCI TAPI RINDU
Bukan hanya sekedar penghibur
diriku oh sayang
Bukan pula sekedar pelepas
riduku oh sayang
sakit hatiku
kau buat begitu
reff. Kau datang dan pergi
sesuka hatimu
oh kejamnya dikau
teganya dikau padaku
kau pergi dan datang
sesuka hatimu
oh bencinya hati
sakitnya hati padamu
sakitnya hati ini
namun aku rindu
bencinya hati ini
tapi aku rindu
MEMEGANG AMANAH
4:42 AM |
MEMEGANG AMANAH
Sedemikian
pentingnya amanah dalam ajaran Islam, menjadi pemisah bagi orang yang beriman,
yaitu :
1. orang yang khusyuk dalam sholatnya,
2. orang-orang yang menjauhkan diri dari
perbuatan dan perkataan yang tidak berguna
3. orang-orang yang menunaikan zakat
4. Orang-orang
yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka. Barang siapa
yang mencari dibalik itu, maka mereka itulah orang yang melampaui batas.
5. Orang-orang
yang menjaga amanah yang dipikulnya dan janjinya
6. Orang-orang
yang memelihara sholatnya, maka itulah yang akan mewarisi surge firdaus, mereka
kekal di dalamnya (QS, al-mu’minum 23: 7 – 11)
Tidak sempurna
iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak
menunaikan janji (HR. Ahmad)
Tiga perkara
yang jika terdapat salah satu darinya, berarti terdapat tanda munafik meskipun
dia sholat, berpuasa, menunaikan haji atau/dan umrah dan mengakui dirinya
seorang muslim :
1. Apabila
berbicara dia berdusta
2. Apabila
dia berjanji dia mungkir
3. Apabila
diberi amanah dia khianat
Dengan
melaksanakan amanah sebaik-baiknya, nyatalah wujud keimanan seseorang muslim
yang senantiasa bergerak aktif di dalam dadanya. Karena pergerakan yang aktif itu, imannya
menghasilkan atau produktif berupa amal saleh dan kebaikan. Baginya, amanah adalah tanggung jawabnya
tidak hanya kepada manusia tetapi terutama kepada Allah SWT.
“Hai orang-orang
yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul, dan janganlah kamu
menghianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sementara kamu mengetahui
(QS. Al-Anfal, 8:27) (Sumber: Syamil
Al-Quran the Miracle).
Tuhan, Mohon hapuskan air mataku
4:26 AM |
TUHAN, MOHON HAPUSKAN AIR MATAKU
Lihatlah air mataku
Berderai tiada henti.
Kucoba tuk menghapuskannya
Namun tak mampu jua
Reff. Tuhan, mohon hapuskan air mataku
Tiada satu dapat menghapuskannya
Dari derita ini
Dari dalamnya dosa
Hanya Engkau yang Kuasa
Menghapuskan setiap tetes air mata
Menghapuskan setiap tetes air mata
Etika terhadap Hewan Qurban
4:10 AM |
ETIKA TERHADAP HEWAN
QURBAN
RATMAWATI MALAKA
Anggota Komite
Etik Penelitian Kesehatan Universitas Hasanuddin

Idul
Qurban tinggal seminggu lagi kita jelang, tahun ini menurut kelender Masehi
Idul Qurban jatuh pada tanggal 15 Oktober.
Setiap umat Muslim di seluruh dunia yang berkemampuan tentu punya
keinginan untuk melakukan Qurban sebagai wujud merelakan hewan ternak
pilihannya diniatkan untuk dipotong sebagaimana yang terjadi saat kehidupan
zaman Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as untuk tanda patuh dan ikhlas terhadap
perintah Allah SWT. Pada saat Qurban,
maka kita berhadapan dengan mahluk Allah SWT yang berupa ternak, yang memang
diperuntukkan Allah SWT kepada manusia sebagai hewan yang produksinya untuk
kebutuhan konsumsi manusia.
Pernahkah
kita mencoba memikirkan, untuk apa hewan diciptakan oleh Allah SWT. Begitu beragam mahluk ini di alam. Sampai kita manusia tidak bisa menyebutkan
betapa keberadaan mahluk ini punya arti yang luar biasa dalam kehidupan
manusia. Kita harus akui bahwa hewanlah
yang lebih dulu diciptakan Allah SWT dibanding manusia. Hal ini karena Allah SWT telah mempersiapkan
seluruh perangkat kebutuhan manusia sebelum manusia itu diciptakan.
Manusia
pasti akan merasa tidak lengkap kehidupannya bila disekitarnya tak ada mahluk
yang bernama hewan. Kita tidak pernah
bayangkan, betapa sepinya hidup kita kalau tak ada bunyi kokok ayam di pagi
hari, kicauan burung di sore hari.
Ketika kita berkunjung ke taman bunga, maka kupu-kupu aneka warna
beterbangan mengitari bunga harum semerbak.
Ada begitu banyak lebah di atas pohon yang mencoba bersarang sambil
menghasilkan madu. Hewan diciptakan
Allah SWT sebagai pelengkap kehidupan manusia, demi kepentingan manusia sebagai
mahluk termulia khalifah di muka bumi.
Keberadaan
hewan di alam mempunyai 3 fungsi utama:
1. Sebagai hewan ternak, yaitu apabila hewan
telah didomestikasi dan dapat dibudidayakan untuk diambil hasil dari
pemeliharaan tersebut. Misalnya untuk
memperoleh daging, susu atau telur.
Misalnya untuk jenis sapi pedaging atau juga disebut sapi potong maka
tujuan pemeliharaannya utamanya untuk diambil dagingnya. Sapi perah dipelihara khususnya untuk
mendapatkan susunya. Sementara untuk
jenis unggas, tujuannya ada yang untuk mendapatkan dagingnya dan yang lainnya
untuk mendapatkan telurnya.
2. Sebagai
hewan kesayangan, yaitu apabila tujuan hewan tersebut dipelihara adalah untuk
mendapatkan kebahagiaan lain karena menjadi teman, menikmati keindahan
tubuhnya, menikmati suaranya, menikmati kecerdasannya untuk hal-hal tertentu
dan sebagainya. Biasanya hewan
kesayangan tidak bisa dinilai dengan materi oleh pemiliknya. Contoh dari hewan kesayangan biasanya adalah
kucing, anjing, burung piaraan, dan jenis hewan lainnya.
3. Sebagai
hewan liar, yaitu hewan-hewan yang dikategorikan hewan yang masih bebas di
alam, hewan ini lebih berfungsi sebagai penyeimbang alam demi kelestarian
ekosistem.
4. Sebagai
penyedia Jasa, meski hal ini sudah jarang dilakukan tetapi tetap perlu
diperhitungkan misalnya masih ada yang sampai saat ini menggunakan hewan
sebagai alat pengangkut barang, demikian juga sebagai hewan tunggangan, atau
penarik pedati.
Kepentingan
yang paling utama dari hewan adalah sebagai penyedia pangan asal hewan sebagai
sumber protein untuk kehidupan yang lebih sehat. Kita ingin mendapatkan pangan dari hewan
tersebut berdasar asas manfaat. Artinya
hewan sebagai sumber daging, susu atau telur yang kita inginkan adalah
kandungan gizi didalamnya, biasa disebut produk pangan yang ASUH (Aman, Sehat,
Utuh dan Halal). Aman dalam artian tidak
berbahaya terhadap kesehatan, Sehat artinya mempunyai kandungan gizi yang
menyehatkan, Utuh artinya tidak mengandung bahan-bahan tambahan yang berbahaya,
dan Halal artinya dapat dimakan oleh seluruh umat manusia termasuk dari golongan
muslim.
Mengenai penciptaan hewan dan
kegunaan atau tujuan Allah menciptakan makhluk ini ada dalam Al-Quran. Hal ini perlu kita sadari sepenuhnya akan
makna dari penciptaan hewan atau ternak di muka bumi, yang jelas dan pasti demi
kepentingan manusia dan keseimbangan alam.
“ Tuhan kami yang memberikan segalanya kepada
mahluk ciptaanNya, dan memberinya petunjuk (QS Thaha:50).
“ Makanlah dan gembalakanlah
binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal (QS Thaha: 54).
“ Dan tiada suatu binatang melata pun di bumi
melainkan Allah member rezekinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang
itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
mahfuzh) (QS Huud: 6).
“ Dan dia telah menciptakan binatang ternak
untuk kamu, padanya ada bulu yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan
sebagiannya kamu makan (QS An-Nahl : 5).
Takkala hewan piaraan kita
berlakukan seenaknya, misalnya dihajar sampai kesakitan, atau saat kita jadikan
dia hewan kurban, atau kita piara hewan tersebut tapi kemudian mati karena
kelalaian kita, karena kemungkinan hewan kita kurung tetapi tidak diberi makan
atau minum, atau mungkin kita kurung dengan ruangan yang tidak memungkinkan hewan
tersebut bergerak dan kemudian hewan tersiksa dan mati. Maka apakah pernah kita memikirkan apa yang
harus kita pertanggungjawabkan di akhirat ?
Apakah pernah kita membayangkan ketika kita menuju Padang Masyar, dan
kita diadili di hadapan Allah SWT, tiba-tiba hewan protes saat kita telah
diputuskan oleh pengadilan akhirat untuk memasuki surga. Tiba-tiba hewan muncul di hadapan Allah dan
melakukan protes seperti ini :
“ Ya
Allah penguasa pengadilan akhirat, aku telah dianiaya oleh manusia penguasa ini,
dia dengan tidak berperasaan membunuhku, sedang aku tak melakukan dosa apapun
padanya, jangan loloskan dulu dia ke dalam surgamu, dia perlu
mempertanggungjawabkan atas dosa apa sehingga aku dibunuh “.
Saat itu kemungkinan kita tak bisa
membantah, karena seluruh anggota tubuh kita akan menjadi saksi atas seluruh
perbuatan yang kita lakukan.
(DIMUAT DI HARIAN FAJAR, OPINI, HALAMAN 6, SENIN 14 OKTOBER 2013)
SEPATAH KATA BUAT SEORANG PENYAIR ISLAMI
3:24 PM |
SEPATAH KATA BUAT SEORANG PENYAIR ISLAMI
RATMAWATI MALAKA
Tak bisa kuberkata apa-apa
Hatiku hanyut bersama puisimu, mengingat-Nya ....
Islam dan seni yang kau bawakan
Menggugah diriku ke alam sadar, mengingat-Nya ....
Ingin kuterus mendengar ....
Nada indah menelisik sukmaku, mengingat-Nya
Ekspresi dan pancaran cahaya Ilahi, menyentuh setiap sel dihatiku
Kembali ke alam sadar ...mengingat-Nya ...
Almamater .... Aisyah .... Doa penyair kampungan ....
Aku hanyat dalam deraian air mata tanpa kusadari ....
Bulu romaku merinding mendengar "nada maut"
Yang engkau bawakan dengan syahdu
27 Rajab 1917 hijiriah ....
Pertama kulihat wajah teduhmu dengan senyummu yang memukau
Sedih, tangis dan air mata berulang tak berhenti ....
Kami terkesima, di sela-sela suara desah nafas kami yang terpesona
Nyanyian Bimbo, hasil karyamu beralun-alun
Menusuk hati kami, sakit mengingat dosa-dosa tanpa disadari
18 April 1985
Pertama kulihat wajahmu dengan senyummu yang teduh
Setelah sekian lama engkau cuma ada dalam banyangan
Suaramu syahdu ... membuat semua terlena .... tak kuasa berkata apa-apa
Engkau penyair ... impian kami bang Taufik Ismail ....
Aku kembali mengingat-Nya ... mengingat-Nya dan selalu mengingat-Nya.
Bogor, 18 April 1985
(Saat pertama kali melihat Bang Taufik Ismail pada perayaan Isra Mi'raj di Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor)
Subscribe to:
Posts (Atom)








