Zihar
Diriwayatkan dari Aisyah, "Mahasuci Allah yang pendengarannya meliputi segala sesuatu. Sungguh, aku telah mendengar perkataan Khaulah binti Tsa'labah yang menyembunyikan sebagian perkataannya dariku saat dia mengadukan suaminya (Aus bin Shamit) kepada Rasulullah." Khaulah berkata "wahai Rasulullah, dia telah merenggut masa mudaku, Aku telah melahirkan banyak anak untuknya, tetapi begitu aku sudah tua dan tidak dapat hamil lagi, dia menziharku. Demi Allah aku mengadu kepadamu" kemudian turunlah ayat-ayat pada surah Al-mujadilah (HR. Hakim)
QS Al-mudadalah 1 - 4 :
1. Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha mendengar dan melihat.
2. Orang-orang diantara kamu yang menzihar istrinya, menganggap istrinya sebagai ibunya (karena sudah tua), padahal istri mereka bukanlah ibunya. Ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
3. Dan mereka yang menzihar istrinya kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka diwajibkan memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha teliti dari apa yang kamu kerjakan.
4. Maka barang siapa yang tidak memerdekakan hamba sahaya, maka dia wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barang siapa tidak mampu, maka wajib memberi makan 60 0rang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah,dan bagi orang-orang yang menghindarinya akan mendapat azab yang pedih.
0 comments:
Post a Comment